Makalah manajem Persediaan

Written By Maha Pmj on Selasa, 05 Juni 2012 | 18.49


KATA PENGANTAR

                        Puji dan syukur patut kita panjatkan ke hadapan tuhan yang maha kuasa karena atas rahmat dan karunianyalah saya dapat menyelesaikan  makalah ini tepat waktu.
Materi manajemen persediaan ini adalah salah satu materi yang sangat menarik sekali untuk di bahas karena mencakup masalah kehidupan kita sehari-hari,dan sering kali di antara kita mengalami kesulitan dalam mengelolah keuanganya serta mengelolah  persedian yang ada agar bias bermanfaat secara maksimal.
Satu harapan saya sehubungan dengan telah tersusunya makalah ini adalah semoga makalah ini nantinya dapat menjadi bahan referensi bagi  kita semua dalam mengatur  keuangan kita sehari-hari ataupun di dalam lingkup kerja nantinya, agar bisa lebih baik nantinya


  


DAFTAR ISI
Kata Pengantar 
Daftar ISI 
BAB I Manajemen Persediaan 
a.    Pengertian Manajemen Persediaan 
b.    Jenis-jenis Manajemen Persediaan 
c.    Manfaat Manajemen Persediaan 
d.    Metode Pengendalian Persediaan 
e.    Biaya inventory 

BAB II Just In Time 
          ABC System 
       MRPSystem 

BAB III Penutup 
Daftar Pustaka 






BAB I
MANAJEMEN PERSEDIAAN
A. Pengertian Manajemen Persediaan

               Persediaan (inventory) adalah bahan-bahan atau barang (sumberdaya-sumberdaya organisasi) yang disimpan yang akan dipergunakan untuk memenuhi tujuan tertentu, misalnya : untuk proses produksi atau perakitan, untuk suku cadang dari peralatan, maupun untuk dijual. Walaupun persediaan hanya merupakan suatu sumber dana yang menganggur, akan tetapi dapat dikatakan tidak ada perusahaan yang beroperasi tanpa persediaan.
B.Jenis-jenis Persediaan
Jenis-jenis persediaan dalam suatu perusahaan menurut fungsinya dapat dibedakan atas:    
1. Bath Stock/Lot Size Inventory adalah persediaan yang diadakan karena kita membeli atau membuat bahan-bahan atau barang-barang dalam jumlah yang lebih besar daripada jumlah yang dibutuhkan pada saat itu.
Keuntungannya:
a. Potongan harga pada harga pembelian.                   
b. Efisiensi produksi.          
c. Penghematan biaya angkutan.
2. Fluctuation Stock adalah persediaan yang diadakan untuk menghadapi fluktuasi permintaan konsumen yang tidak dapat diramalkan.
3. Anticipation Stock adalah persediaan yang diadakan untuk menghadapi fluktuasi permintaan yang dapat diramalkan, berdasarkan pola musiman yang terdapat dalam satu tahun dan untuk menghadapi penggunaan, penjualan, atau permintaan yang meningkat.

C.Manfaat Manajemen Persediaan
Masalah pengendalian persediaan merupakan salah satu masalah penting yang dihadapi perusahaan, pada kebanyakan perusahaan persediaan merupakan bagian besar yang tercantum dalam neraca. Persediaan yang terlalu besar atau terlalu kecil dapat menimbulkan masalah-masalah yang pelik. Manajemen persedaiaan yang efektif dapat memberikan sumbangan kepada keuntungan perusahaan.
Kegunaan Manajemen Modal Kerja adalah mendukung kelancaran produksi dan penjualan. Pertanyaan pokok yang harus dijawab adalah:
o      Berapa unit yang harus dipesan atau diproduksi pd suatu waktu ttt?
o      Pd jumlah berapa persediaan sdh hrs dipesan atau diproduksi?
o      Jenis persediaan yg mana memerlukan perhatian khusus?
Tugas manajemen persediaan adalah menyediakan persediaan yang diperlukan untuk menjamin kelangsungan operasi perusahaan pd tingkat biaya minimal (TC min).
Manajemen Persediaan (inventory) hubungannya dengan pihak-pihak yang terkait dengan persediaan
·         Dengan kepentingan manajer pembelian, orientasi keputusan pembelian material pada jumlah besar untuk memperoleh discount/potongan dari supplier.
·         Dengan kepentingan manajer produksi, orientasi keputusan pembelian material pada jumlah besar untuk menjamin kelancaran proses produksi.
·         Dengan kepentingan manajer keuangan, orientasi keputusan pembelian material pada jumlah besar untuk memperoleh discount/potongan dari supplier.
·         Dengan kepentingan manajer produksi, orientasi keputusan pembelian material pada jumlah kecil untuk efisiensi penggunaan dana
Peran manajemen persediaan adalah merekonsiliasikan kepentingan-kepentingan ke dalam kebijakan persediaan yang dapat diterima oleh berbagai kepentingan demi untuk mencapai tujuan perusahaan.
B. Jenis Persediaan
Macam persediaan, tergantung jenis perusahaan ( bahan baku,barang dalam proses, barang jadi, suku cadang dll ). Pada perusahaan manufaktur umumnya mempunyai 3 jenis persediaan yaitu:
·         Bahan baku/material
·         Barang dalam proses (barang setengah jadi)
·         Barang jadi

Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Persediaan
Secara umum besar-kecilnya inventory tergantung pada beberapan faktor :
·         Lead time, yaitu lamanya masa tunggu material yang dipesan datang.
·         Frekuensi penggunaan bahan selama 1 periode, frekuensi pembelian yang tinggi menyebabkan jumlah inventory menjadi lebih kecil untuk 1 periode pembelian
·         Jumlah dana yang tersedia
·         Daya tahan material

Secara khusus faktor-faktor yang mempengaruhi persediaan adalah:
·         Bahan baku, dipengaruhi oleh : perkiraan produksi, sifat musiman produksi, dapat diandalkan pemasok, dan tingkat efisiensi penjadualan pembelian dan kegiatan produksi.
·         Barang dalam proses, dipengaruhi oleh: lamanya produksi yaitu waktu yang dibutuhkan sejak saat bahan baku masuk ke proses produksi sampai dengan saat penyelesaian barang jadi.
·         Barang jadi, persediaan ini sebenarnya merupakan masalah koordinasi produksi dan penjualan.
Kriteria keputusan persediaan agar dapat diterima semua pihak yang terkait adalah:

·         Dapat menjamin kelancaran proses produksi

·         Dapat dijangkau oleh dana yang tersedia
·         Jumlah pembelian optimal

   D.Metode Pengendalian Persediaan
Ada beberapa model pendekatan untuk menganalisis persediaan suatu perusahaan, yaitu dengan model Economic Order Quantity (EOQ), model Back Order, model Fixed Production rate dan modelQuantity Discount yang kesemuanya berasumsi bahwa semua parameter telah diketahui dengan pasti (model-model deterministic).
Pendekatan yang umum digunakan untuk manajemen persediaan adalah dengan EOQ (Economic Order Quantity Model) dan yang terbaru dengan metode MRP model (mengenai model-model manajemen persediaan dibahas lebih rinci di mata kuliah manajemen operasional dan manajemen persediaan).
Model ini digunakan untuk menentukan jumlah pembelian bahan baku yang optimal yaitu jumlah yang harus dipesan dengan biaya yang paling rendah (ekonomis).

Ada dua keputusan dasar dalam EOQ, yaitu:
·         Berapa jumlah bahan baku yang harus dipesan pada saat bahan baku tersebut perlu dibeli kembali (Replenisment Cyle)
·         Kapan perlu dilakukan pembeliaan kembali (Reorder point)

Asumsi yang digunakan dalam analisis EOQ ini adalah:
a.    Jumlah kebutuhan bahan baku sudah dapat ditentukan lebih dahulu secara pasti untuk penggunaan selama 1 tahun/ 1 periode tertentu.
b.    Penggunaan bahan baku selalu pada tingkat yang konstan secara kontinyu
c.    Pesanan persis diterima pada saat tingkat persediaan sama dengan nol (0) atau di atas safety stock (persediaan minimal/besi)
d.    Harga konstan selama periode tertentu

E.Biaya inventory
Ada 3 macam biaya yang berhubungan dengan inventory yaitu:
1.    Ordering cost (biaya pesan dan pemasaran)
            contohnya: biaya pemesanan, set up cost, biaya pengiriman dan penangannya            ` (bongkar-muat), potongan harga karena jumlah pembelian besar.
2.    Carrying cost (biaya penyimpanan)
           Contohnya: biaya gudang, asuransi, pajak kekayaan, biaya modal, penyusutan
3.    Biaya persediaan pengaman, contohnya: kehilangan penjualan, kehilangan kepercayaan pelanggan, gangguan jadwal produksi.


PENURUNAN RUMUS EOQ
TC = CC + OC
CC = Q/2 x P x C
OC = R/Q x F
TC = ½ P.C.Q + R.F.Q-1
TC=total biaya, CC=biaya penyimpanan, OC=biaya pemesanan, Q=kuantitas pemesanan, P=harga beli perunit, C=biaya penyimpanan(%), R=kebutuhan persediaan dalam 1 tahun, F=biaya setiap kali pemesanan.
RUMUS EOQ
Q =
CONTOH SOAL
1.    Perusahaan A membutuhkan persediaan dalam setahun sebesar 1.800 unit; ongkos sekali pesan Rp 750; harga beli perunit Rp 50; biaya penyimpanan 15%. Maka EOQ dan TC adalah:

Q =
Q =
TC = ½ P.C.Q + R.F.Q-1
TC = ½.(Rp 50).(15%).(600 unit) + 1.800 unit.(Rp 750).(1/600)
      = 2.250 + 2.250 = Rp 4.500




BAB II
JUST IN TIME SYSTEM

A.Just In Time
Jumlah persediaan ditetapkan pada tingkat seminimal mungkin sehingga perusahaan perlu mengusahakan agar persediaan segera tiba saat dibutuhkan untuk aktivitas produksi.
Tujuan: mengurangi persediaan, menghasilkan persediaan berkesinambungan dalam hal produktifitas, kualitas produk & fleksibilitas manufaktur.

Hal-hal yang dibutuhkan dalam JIT system:
-         SS yang minimal.
-         Koordinasi yang baik antara perusahaan, pemasok, dan perusahaan pengapalan, agar persediaan datang tepat waktu.
-         Langkah-langkah dalam mengurangi biaya pemesanan (JIT tidak membenarkan biaya pemesanan yang bersifat tetap):
a.    Penggunaan truk pengiriman berukuran kecil dengan jadwal pemuatan yang ditentukan agar hemat waktu dan biaya.
b.    Menegaskan kepada pemasok untuk memberikan barang yang berkualitas agar mengurangi biaya pemeriksaan.
c.    Produk, peralatan dan prosedur dimodifikasi sedemikian rupa sehingga dapat mengurangi waktu dan biaya.

Jika perusahaan berhasil menurunkan biaya yang berkaitan dengan pemesanan maka kurva pemesanan total menjadi lebih datar, sehingga Q bergeser ke kiri mendekati JIT ideal yaitu 1 unit.
Kesuksesan mencapai JIT ideal tergantung pada jenis produksi dan karakteristik industri pemasok.



Teknik Manajemen Persediaan lainya
ABC System
Perusahaan membagi persediaannya menjadi 3 kelompok: A, B, dan C. Kelompok A mencakup 20% persediaan, tetapi membutuhkan 80% total investasi. Kelompok A adalah persediaan paling bernilai bagi perusahaan. Kelompok C adalah persediaan yang memerlukan investasi paling kecil (paling kurang bernilai). Kelompok B adalah persediaan yang berada diantara A dan C. Untuk kelompok A dan B, perusahaan dapat menggunakan model EOQ. Untuk kelompok C, perusahaan dapat menerapkan metode garis merah. Caranya perusahaan cukup menandai dinding gudang (pada ketinggian tertentu) dengan garis merah. Jika persediaan sudah berada dibawah garis merah, maka pemesanan kembali harus segera dilakukan.

MRPSystem
Material Requirement Planning System
Perusahaan dapat menentukan material apa yang akan dipesan, kapan memesannya, dan material apa yang menjadi prioritas pemesanan.
Dengan memadukan system EOQ dan teknik komputer yang canggih, perusahaan dapat membuat simulasi mengenai jenis material yang dibutuhkan, status setiap persediaan dan proses pabrikasinya.
Keuntungan dari system ini adalah mendorong perusahaan untuk menyelaraskan kebutuhan material dan perencanaannya sehingga dapat menurunkan biaya pemesanan.




  BAB III    




                                                                          PENUTUP
            Persediaan biasanya merupakan aktiva lancar terbesar dari suatu perusahaan, dan diperlukan pengukuran yang tepat untuk menjamin laporan keuangan yang akurat. Jika persediaan tidak dihitung secara tepat, pengeluaran dan penerimaan tidak dapat dicocokkan secara benar. Jika persediaan akhir tidak benar, maka hasilnya adalah saldo-saldo dari neraca berikut ini uga tidak akan benar: persediaan barang dagangan, total aktiva, dan ekuitas pemilik modal. Ketika persediaan akhir tidak benar, harga pokok penjualan barang dagangan dan laba bersih juga akan tidak benar di dalam laporan laba rugi.        
Fungsi Persediaan. 
1. Menghilangkan/mengurangi risiko keterlambatan pengiriman bahan     
2. Menyesuaikan dengan jadwal produksi                     
3. Menghilangkan/mengurangi resiko kenaikan harga           
4. Menjaga persediaan bahan yang dihasilkan secara musiman      
5. Mengantisipasi permintaan yang dapat diramalkan.            
6. Mendapatkan keuntungan dari quantity discount    
7. Komitmen terhadap pelanggan.           

             Jika tidak memiliki persediaan produk jadi terdapat 3 kemungkinan, yaitu 1). Konsumen menangguhkan pembelian (jika kebutuhannya tidak mendesak). Hal ini akan mengakibatkan tertundanya kesempatan memperoleh keuntungan. 2). Konsumen membeli dari pesaing, dan kembali ke perusahaan (jika kebutuhan mendesak dan masih setia). Hal ini akan menimbulkan kehilangan kesempatan memperoleh keuntungan selama persediaan tidak ada.

 3). Yang terparah jika pelanggan membeli dari pesaing dan terus pindah menjadi pelanggan pesaing, artinya kita kehilangan konsumen.



DAFTAR PUSTAKA




Hanafi, M.B.A. Dr. Mamduh M. 2004. Manajemen Keuangan. Yogyakarta: BPFE.


Syamsuddin, M.A., Drs. Lukman. 2007. Manajemen Keuangan Perusahaan. Jakarta: 

Raja Grafindo Persada.

Brigham, Eugene F. Dan Joel F. Houston. 2001. Manajemen Keuangan. Jakarta: 

Erlangga.

0 komentar:

Poskan Komentar